Breaking
News : Kwaran Cikijing Sukses Gelar Jambore Ranting Ke-64 di Desa Sunalari
Majalengka,
8 Agustus 2025 Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwaran) Kecamatan Cikijing Sukses menyelenggarakan kegiatan Jambore Ranting pada tanggal 6, 7, dan 8 Agustus 2025
bertempat di Lapangan Olahraga Desa Sunalari. Kegiatan ini diikuti oleh 53 Pangkalan
1.844 peserta dari berbagai Gugus Depan SD/MI dan SMP/MTs SMA/MA, SMK
se-Kecamatan Cikijing.
Dengan
tema "Kolaborasi Untuk Membangun Ketahan Bangsa", kegiatan ini
bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik agar lebih mandiri,
bertanggung jawab, serta memiliki semangat gotong royong dan cinta tanah air, tetapi juga
membawa dampak positif terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat
sekitar.
Jambore
dibuka secara resmi oleh Pak Camat Kecamatan Cikijing Rony Setiawan selaku
Ketua Mabiran, dihadiri sejumlah tokoh penting Ka Kwarcab, Kapolek, Danramil
Kecamatan Cikijing, para Mabigus, dan tokoh masyarakat. Dalam sambutannya, Pak Camat
Cikijing menyampaikan apresiasi atas semangat para peserta dan menekankan
pentingnya pendidikan karakter melalui kepramukaan serta menjaga kebersihan
lingkungan Perkemahan.
Selama tiga hari pelaksanaan, berbagai
kegiatan edukatif dan rekreatif dilaksanakan, seperti:
1.
Lomba Pionering dan Semaphore
2.
Jelajah Alam dan Wide Game
3.
Lomba Hasta Karya dan Yel-Yel
4.
Pentas Seni dan Api Unggun
5.
Jiara Kubur ke Makom pejuang Pramuka
Antusiasme
peserta sangat tinggi dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Selain
membangun kebersamaan antar peserta, kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar
di alam terbuka yang menyenangkan dan mendidik.
Ketua
Panitia Jamran, Kak Yaya Nuryadin, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas
solidaritas seluruh tim panitia, yang sejak awal telah bekerja bahu-membahu
menyiapkan acara. “Tanpa kekompakan dan semangat gotong royong seluruh panitia,
kegiatan sebesar ini tidak mungkin berjalan lancar. Terima kasih juga untuk
warga Desa Sunalari yang sangat mendukung,” ungkapnya.
Menariknya,
banyak sekolah peserta jambore yang menyewa rumah-rumah warga untuk tempat
istirahat terutamanya sarana air para peserta jambore. Hal ini terjadi karena
keterbatasan air umum dan kebutuhan kenyamanan bagi pendamping. Warga Desa
Sunalari pun menyambut baik langkah ini, bahkan secara sukarela membersihkan
dan mempersiapkan rumah mereka untuk disewa oleh peserta dan pendamping.
"Alhamdulillah,
rumah kami disewa oleh salah satu sekolah dari luar desa. Kami senang bisa
membantu dan sekaligus menambah penghasilan," ujar Bu Anisa, salah satu
warga yang rumahnya disewa selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan
Jamran Cikijing 2025 bukan hanya menjadi wadah pendidikan karakter bagi peserta
didik, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar sekolah dan masyarakat
serta menggerakkan ekonomi lokal secara nyata.
kegiatan
ini mendapat dukungan luar biasa dari masyarakat dan tokoh masyarakat Desa
Sunalari. Warga setempat dengan sukarela menyediakan fasilitas, tenaga
sukarela, serta membuka warung makan, stand minuman, hingga lapak permainan,
yang ramai dikunjungi peserta dan pendamping selama jambore berlangsung.
Tokoh
masyarakat Pak Agus Setiawan, S.Pd.,M.Si dan pemuda karang taruna juga ikut
ambil bagian dalam membantu keamanan, logistik, serta mengarahkan parkir dan
penginapan peserta. Kehadiran para peserta dari luar desa memberikan dampak ekonomi
positif bagi warga, terutama pelaku usaha kecil.
“Alhamdulillah,
dengan adanya Jambore ini, warung kami lebih ramai dari biasanya. Banyak orang
tua, pembina, dan peserta yang membeli makanan dan minuman di sini,” ujarnya
ibu yang tidak mau menyebutkan namanya, salah satu warga yang membuka lapak di
sekitar lokasi.
Ketua
Kwaran Cikijing Kak Jaeni, S.Pd ketiaka dikomfirmasi pada saat penutupan
menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Desa Sunalari atas sambutan
hangat dan partisipasi aktif yang turut menyukseskan kegiatan ini.
Kepala Desa Sunalari Ketika dikomfirmasi pengurus
Kwaran Cikijing mengucapkan “terima
kasih atas terselenggaranya kegiatan ini di desanya dan berharap kegiatan
kepramukaan dapat terus berkembang di masa depan dan mudah-mudahan tahun depan
bisa dilaksanakan di Desa Sunalari”. Ungkapnya
Kegiatan ditutup secara resmi pada
Kamis, 8 Agustus 2025, dengan upacara penurunan bendera dan penyerahan
penghargaan bagi gugus depan tergiat.
Jambore ini menjadi bukti nyata
bahwa kepramukaan tidak hanya membentuk karakter peserta didik, tetapi juga
dapat membangun kolaborasi yang erat antara sekolah, masyarakat, dan pemerintah
desa, serta mendorong roda ekonomi lokal melalui kegiatan positif.
(Red Dok. Kwaran Cikijing)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar