Ayah Harus Tegas
Ayah tahu, tidak semua sikap ayah terasa nyaman bagi anak-anak ku.
Nada suara ayah yang kadang meninggi, aturan yang terasa keras, serta larangan yang sering membuatmu bertanya: mengapa ayah tidak bisa lebih lembut?
Ayah mengerti jika hatimu pernah terluka karenanya.
Ayah pun tidak menutup mata bahwa di balik ketegasan itu, ada air mata yang mungkin kau simpan sendiri. Namun, sedikit yang benar-benar tahu, bahwa setiap ketegasan ayah lahir dari rasa takut yang tak pernah ayah ucapkan.
Ayah cemas pada dunia yang kelak akan kau hadapi.
Dunia yang tidak selalu ramah, tidak selalu memberi kesempatan kedua, dan sering kali menghukum tanpa peduli perasaan. Ayah takut suatu hari kau berdiri sendirian, menghadapi kerasnya hidup, sementara ayah hanya tinggal sebagai kenangan.
Maka ayah memilih jalan yang tidak mudah.
Menjadi orang yang mungkin tidak selalu kau sukai,demi menjadi orang yang kelak kau pahami.
Ayah sadar, kasih sayang tidak selalu hadir dalam bentuk pelukan dan kata manis.
Kadang ia hadir dalam batasan, dalam aturan, dalam kata “tidak” yang menyakitkan, namun menyelamatkan. Ketegasan ayah bukan karena kurang cinta, melainkan karena cinta yang terlalu besar untuk membiarkanmu rapuh.
Jika hari ini kau kecewa pada ayah,
ayah menerimanya dengan lapang.
Sebab ayah berharap, suatu hari nanti,
ketika hidup menuntutmu untuk kuat,
kau akan berdiri tegak—bukan karena ayah masih ada,melainkan karena ayah pernah mengajarkanmu bertahan.
Ayah tidak sempurna.Namun dalam setiap ketegasan, ayah selalu berdoa:
semoga kau tumbuh menjadi pribadi yang kuat, berani, dan tetap berhati lembut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar