Semangat Baru Menyongsong Kepengurusan PGRI, Pendaftaran Calon Pengurus Resmi Ditutup,
Tahap Penyaringan Dimulai 3 November 2025
Cikijing, 2 November 2025 — Suasana di
sekretariat Panitia Pelaksana Konferensi Cabang (KONCAB) Persatuan Guru
Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Cikijing tampak lebih ramai dari biasanya.
Sejak awal Oktober, para guru dari berbagai sekolah datang silih berganti untuk
menyerahkan berkas pendaftaran sebagai calon pengurus PGRI periode 2025–2030.
Setelah melalui proses selama beberapa minggu, akhirnya pendaftaran resmi ditutup
pada tanggal 31 Oktober 2025.
Penutupan pendaftaran ini menandai
berakhirnya tahap awal dari rangkaian proses demokratis di tubuh organisasi
guru tertua dan terbesar di Indonesia. Tahap ini bukan sekadar formalitas,
tetapi menjadi momentum penting bagi para pendidik untuk menunjukkan komitmen
dan tanggung jawab terhadap organisasi yang menaungi perjuangan profesi guru.
Ketua Pelaksana KONCAB PGRI Cikijing Jaeni,
S.Pd, dalam keterangannya, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme para
anggota. “Kami sangat mengapresiasi semangat rekan-rekan guru yang ingin
terlibat aktif dalam kepengurusan. Banyak yang datang membawa semangat baru,
ide-ide segar, dan tekad untuk memajukan PGRI,” ujarnya.
Menurut panitia pemilihan PGRI,
pendaftaran kali ini mencakup beberapa formasi penting, mulai dari F1 (Ketua),
F2 (Wakil Ketua 1, Wakil Ketua 2, Sekretaris), hingga posisi pengurus bidang
lainnya. Setiap calon diwajibkan melampirkan berkas administrasi, surat
pernyataan kesediaan, serta surat rekomendasi dari Ketua Ranting PGRI yang ada
di ranting masing-masing. Semua proses dilakukan dengan tertib dan transparan,
mengedepankan asas demokrasi dan kebersamaan.
Setelah penutupan pendaftaran, panitia
pemilihan PGRI kini bersiap untuk melangkah ke tahapan berikutnya, yaitu penyaringan
dan penjaringan bakal calon pengurus, yang akan dilaksanakan pada tanggal 3
November 2025. Tahap ini akan menjadi momen penting untuk menilai kelayakan
setiap calon, baik dari sisi administrasi maupun rekam jejak di lingkungan
organisasi dan sekolah.
“Proses penyaringan bukan sekadar
menyeleksi berkas, tetapi juga menilai komitmen dan integritas calon pengurus.
Kami ingin memastikan bahwa mereka yang nanti duduk di kepengurusan benar-benar
siap mengabdi untuk kemajuan PGRI dan dunia pendidikan,” lanjut Ketua Panitia
Pemilihan (Ceceng Kustiawan, S.Pd).
Tahapan ini juga akan melibatkan tim
kecil yang ditunjuk oleh panitia dan disaksikan oleh pengurus aktif. Semua
hasilnya akan dibahas kembali dalam rapat pleno, sebelum ditetapkan secara
resmi pada saat pelaksanaan Konferensi Cabang. Dengan cara ini, panitia
berharap proses demokrasi organisasi benar-benar berjalan dengan terbuka dan
bertanggung jawab.
Di sisi lain, para guru yang telah
mendaftar mengaku antusias menantikan hasil penyaringan tersebut. Bagi mereka,
menjadi bagian dari pengurus PGRI bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang
panggilan hati untuk ikut memperjuangkan kesejahteraan guru, meningkatkan
profesionalisme, serta menjaga marwah organisasi.
“Bergabung di kepengurusan PGRI adalah
bentuk pengabdian. Kita ingin PGRI tetap menjadi rumah besar bagi semua guru,
tempat berbagi, belajar, dan berjuang bersama,” tutur salah satu calon pengurus
yang ditemui di sekretariat.
Proses pergantian kepengurusan ini
diharapkan menjadi awal baru bagi PGRI Kecamatan Cikijing untuk melangkah lebih
maju. Dengan semangat kebersamaan dan rasa memiliki, para guru optimistis PGRI
ke depan akan semakin solid dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam
meningkatkan mutu pendidikan.
KONCAB PGRI tahun 2025 bukan hanya
menjadi ajang pemilihan pengurus, tetapi juga ruang refleksi bagi para guru untuk
meneguhkan kembali jati diri organisasi. Bahwa PGRI bukan sekadar wadah
profesi, melainkan simbol persaudaraan, perjuangan, dan pengabdian tanpa batas
bagi kemajuan bangsa melalui dunia pendidikan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar